
Menerima hadiah Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah dari Rektor UIC
Ibu Dr. Rahmah Marsinah, SH., MM., MH Dalam Rangka Milad Ke-67 UIC
Oleh WARSITO, SH., M.Kn.
Selamat Milad Universitas Ibnu Chaldun yang ke-67 bersamaan dengan itu
mendapatkan kado terindah Institusi akreditasi nilai B. Universitas Ibnu Chaldun pada 11 Juni 2023 telah memasuki
usianya yang ke-67, Perguruan Tinggi Swasta yang terletak di Timur Jakarta
tepatnya di Jalan Pemuda I Kav 97 Rawamangun ini didirikan pada 11 Juni 1956
terus berbenah diri, bekerja keras untuk mewujudkan Universitas yang unggul dan
maju berwawasan IPTEK dan IMTAQ. Universitas Ibnu Chaldun memiliki visi terwujudnya Perguruan Tinggi yang Unggul, Kreatif,
Inovatif, Kompetitif Dalam Pengembangan Pemikiran Ibnu Chaldun, Kokoh IPTEK dan
IMTAQ di Tahun 2045. Saya patut bersyukur dan bangga dapat bergabung pindah
home base diterima menjadi keluarga besar di Universitas Ibnu Chaldun yang
mengusung jargon kecerdasan intelektual dan
religius ini. Sejak
diterima menjadi keluarga besar di Universitas Ibnu Chaldun sekira 2 tahun lalu,
saya lebih banyak mendengar, melihat dan mengamati dengan saksama dan
sungguh-sungguh, hal-hal apa saja atau langkah-langkah apa saja yang bisa
dilakukan untuk kemajuan Universitas Ibnu Chaldun. Untuk menjadi Universitas
yang maju dan unggul tentulah banyak hambatan dan tantangan yang dihadapinya,
begitu juga Universitas Ibnu Chaldun pernah didera berbagai permasalahan, namun
satu persatu persmasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik, yang pertama,
pernah menjadi status Universitas Pembinaan oleh LLDIKTI Wilayah III Jakarta
sekira tahun 2015 lalu, ujian berat ini pun dapat dilalui dengan baik, hasilnya
sekarang Universitas Ibnu Chaldun dinyatakan menjadi universitas yang sehat.
Cobaan datang silih berganti, giliran YPUIC (Yayasan Pembina Universitas Ibnu
Chaldun) melayangkan gugatan kepada YPPIC (Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu
Chaldun) beruntung gugatan YPUIC tersebut ditolak oleh Pengadilan Negeri
Jakarta Timur. Cobaan bertubi-tubi di tubuh Universitas Ibnu Chaldun adanya
“kubu-kubuan yang membentuk koalisi dan oposisi’ dikalangan dosen dan karyawan
layaknya seperti hingar bingar panggung politik di Senayan. Berkaca dari pengalaman
tersebut Rektor Universitas Ibnu Chaldun beserta wakil rektor mengajak Civitas
Akademika Universitas Ibnu Chaldun untuk bekerja keras, ikhlas, cerdas dan
profesional guna mewujudkan kemajuan Universitas ini.
Spirit
untuk menggapai Universitas yang unggul dan maju tersebut diarsiteki oleh
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Dr. Rahmah Marsinah, SH., MM., MH beserta Wakil
Rektor I Dr. (c) Muhammad Setiawan S. Dj, S.Psi,
M.Si, Wakil Rektor II Yudo
Kisworo, S.Si, M.M dan Wakil Rektor III
Dr. Murtiman, SH., MM yang mengajak segenap civitas akademika Universitas Ibnu
Chaldun untuk saling bahu membahu bekerja dengan cerdas, ikhlas dan profesional
dalam mewujudkan cita-cita luhur Universitas yang unggul dan maju. Ketua umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC) Dr. H. Edy Haryanto, SH, MH juga
memberikan dorongan dan dukungan sepenuhnya kepada rektorat untuk berinovasi
guna akselerasi percepatan kemajuan Universitas Ibnu Chaldun.
Embrio Berdirinya Universitas Ibnu Chaldun tidak terlepas
dari dorongan seorang wartawan kawakan Indonesia yang penuh dedikasi yang
bernama Parada Harahap sebagai pengabdian yang tulus dan mendalam untuk
berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui jalur pendidikan. Semangat
pengabdian dalam mewujudkan Pendidikan tersebut melahirkan Akademi Wartawan di
Jakarta tahun 1951, aktivitas pendidikan bermula dilaksanakan di Gedung Adhuc
Stat, Cikini Jakarta Pusat (Sekarang
Bernama Gedung Bappenas) yang diikuti ±400 mahasiswa, jumlah mahasiswa yang
pada waktu itu dapat dibilang cukup lumayan. Cita-cita mulia dari wartawan
kawakan untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut tidaklah berjalan
mulus, dalam perjalanannya banyak menemui hambatan dan tantangan mengingat pada
tahun 1951 s/d 1955 Akademi dan Wartawan
kurang mendapatkan respon positip ditengah-tengah masyarakat sehingga akhirnya
terpaksa ditutup. Untuk tetap menggapai keinginannya tersebut, Parada Harahap
bukanlah seorang yang bernyali kecil Parada Harahap jatuh bangun tidak kenal lelah,
pantang mundur terus berjuang dengan gigih untuk mewujudkan Pendidikan bangsa
dan negaranya. Wartawan kawakan ini sadar betul hanya dengan Pendidikan, maka
negara dan bangsa ini akan menjadi maju dan dapat bersaing secara kompetitif
dengan negara-negara maju lainnya. Dengan usaha, dan semangat yang gigih tak
kenal lelah serta melalui berbagai pertimbangan yang mendalam akhirnya
diputuskan untuk meneruskan gagasan Akademi Wartawan dengan membentuk Badan
hukum dan susunan pengurus yang baru. Usaha yang gigih memang tidak pernah akan
mengkhianati hasil, akhirnya pada tahun 1956 diputuskan membentuk nama baru
dengan diberi nama Perguruan Tinggi Ilmu Kewartawanan dan Politik (PTIKP)
diketuai sekaligus sebagai pendiri yaitu Dr. H. Ali Akbar. Tindaklanjut dari
disepakati nama baru tersebut dibuatlah badan hukum dalam bentuk yayasan yang
memuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang didalamnya memuat dan
mengatur organ-organ yayasan sebagai panduan bekerjanya kelembagaan PTIKP
tersebut. Hal penting dan sangat monumental yang perlu diperhatikan oleh para
pendiri, Pembina dan pengurus serta Rektorat di jajaran Universitas Ibnu
Chaldun, bahwa pada tanggal 4 Februari 1956 dalam rapat tersebut dicetuskan
dengan memberi nama Jajasan Ibnu Chaldun, hasilnya sampai saat ini nama
Perguruan Tinggi tersebut dipertahankan menjadi Universitas Ibnu Chaldun. Nama
Ibnu Chaldun sendiri diambil dari seorang tokoh islam di dunia yakni Abu
Zayd ‘Abd Al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun Al-Hadrami yang
diusulkan oleh Osman Raliby merupakan Ketua Dewan Kurator dengan alasan: “Sebagai
pereket dan penghias nama yayasan ini, karena kedudukan Ibnu Chaldun yang
tinggi dan utama di dalam dunia keilmuan Islam”.
Universitas Ibnu Chaldun adalah Perguruan
Tinggi Swasta yang sudah memiliki nama besar tentu tidak sembarangan mengambil
label dibelakangnya dengan memakai nama Ibnu Chaldun pasti ada tujuan dan
filosofi yang hendak dicapai dari pendirian Universitas ini. Ibnu Chaldun
adalah seorang tokoh intelektual dan religius sejalan dengan harapan stake
holder pendirian Universitas Ibnu Chaldun memiliki niat dan tujuan yang mulia
untuk mencerdaskan anak-anak bangsa agar cerdas secara intelektual dan religius
serta memiliki budi pekerti yang luhur.
Berdasarkan
Pasal 1 angka 9 UU. No. 12 Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi menyatakan,
TRIDHARMA Perguruan Tinggi adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk
menyelenggarakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sedangkan Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Selain itu tugas dosen Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai
dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Berdasarkan uraian pada latar belakang penelitian,
rumusan masalah dapat ditata sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah
cara mewujudkan Universitas Ibnu Chaldun yang unggul berwawasan IPTEK dan IMTAQ tersebut ?.
2.
Faktor-Faktor
apa saja yang menjadi kendala dan hambatan untuk mewujudkan Universitas Ibnu
Chaldun yang unggul dan berdaya saing tinggi?.
Berdasarkan
tujuan tersebut di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat baik secara teoritis ataupun manfaat secara praktis sebagai berikut:
1.
Manfaat Teoritis
Secara
teoritis, kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi
ilmiah terhadap kajian dan temuan lapangan yang dapat dibaca oleh khalayak
termasuk orang tua, masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan dan mahasiswa
pada khususnya guna menghasilkan mahasiswa yang berkualitas.
2.
Manfaat Praktis
Secara
praktis penelitian ini juga diharapkan berguna memberikan informasi secara
praktis yang langsung dapat diperoleh dan dibaca oleh seluruh pembaca dalam
upaya memberikan informasi atau pemahaman dalam memecahkan permasalahan
berkenaan pada ruang lingkup pengetahuan organisasi. Secara praktis penelitian
ini dapat digunakan oleh berbagai pihak:
a.
Sebagai bahan rujukan bagi para peneliti lain dalam melakukan penelitian pada
sisi
lain dari penelitian ini.
b. Bagi akademisi, penelitian ini digunakan
sebagai referensi atau bahan kajian
dibidang ilmu pengetahuan.
c. Sebagai tambahan pustaka bagi Fakultas
Hukum khususnya, dan umumnya bagi
fakultas-fakultas lain yang ada di
Universitas Ibnu Chaldun.
Adapun
hipotesis dalam penelitian ini adalah: "terdapat hubungan yang signifikan
antara Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa di Universitas Ibnu Chaldun
dengan Lembaga/institusi Universitas Ibnu Chaldun itu sendiri seberapa besar
telah menyediakan sarana dan prasarana kepada mahasiswa untuk menunjang proses
belajar mengajar secara kondusif, nyaman, tenang dan damai".
Salah satu
tujuan negara sebagaimana diamanatkan di dalam pembukaan UUD 1945 adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. Universitas Ibnu Chaldun yang bernaung di bawah
YPPIC (Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun) telah mengambil peran penting
dalam mewujudkan tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa
sebagaimana ketentuan konstitusi. Hal ini sejalan dengan tujuan Pendidikan
nasional yang diamanatkan Pasal 31 UUD 1945 untuk membentuk insan yang
ber-IPTEK dan ber-IMTAQ.
Pentingnya memiliki budi pekerti yang luhur ini juga diperkuat oleh Prof.
Spencer ahli hukum dari Amerika Serikat yang mengatakan bahwa jika ingin
menjadi ahli hukum yang baik, maka terlebih dahulu jadilah pribadi-pribadi yang
memiliki budi pekerti yang luhur, sebab ditangan orang-orang yang tidak
memiliki budi pekerti yang luhur maka hukum hanya akan menjadi malapetaka
belaka. Lulusan Universitas Ibnu Chaldun setelah menamatkan kuliah diharapkan
mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat, bangsa dan negara serta agama. TRIDHARMA Perguruan Tinggi adalah kewajiban
Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Sedangkan Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan
dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada
Masyarakat. Selain itu tugas dosen Merencanakan, melaksanakan proses
pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Hambatan
dan tantangan yang dihadapi oleh Universitas Ibnu Chaldun untuk menjadi
Universitas yang maju dan unggul datang silih berganti seperti tak pernah
berakhir, di tahun 2015 pernah menjadi status Universitas Pembinaan oleh
LLDIKTI Wilayah III Jakarta, akhirnya dapat bernapas lega Universitas Ibnu
Chaldun dinyatakan menjadi universitas yang sehat. Gugatan YPUIC (Yayasan
Pembina Universitas Ibnu Chaldun) kepada YPPIC (Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu
Chaldun) menambah sederetan permasalahan yang harus dihadapi oleh Universitas
Ibnu Chaldun beruntung gugatan tersebut ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta
Timur. Adanya “kubu-kubuan yang membentuk koalisi dan oposisi’ dikalangan dosen
dan karyawan Universitas Ibnu Chaldun layaknya panggung politik di Senayan, beruntung
dibawah kepemimpinan rektor yang baru kubu-kubuan saat ini mulai ada
tanda-tanda redup, hal ini patut kita syukuri, kiranya dapat dijadikan pembelajaran yang baik, mari
Bersatu Padu untuk membangun dan
mewujudkan Universitas Ibnu Chaldun yang maju dan unggul.
Sudah menjadi harga mati tidak bisa
ditawar-tawar lagi jika ingin menjadi perguruan tinggi yang maju dan unggul,
maka Universitas Ibnu Chaldun harus lebih MENGGALAKKAN PUBLIKASI ILMIAH,
publikasi ilmiah adalah keniscayaan karena publikasi ilmiah sangat signifikan
dapat memengaruhi indeks dan pemeringkatan Universitas bersangkutan, baik dosen
dan mahasiswa ditargetkan membuat publikasi jurnal baik terindeks SINTA, lebih
bagus lagi SCOPUS.
Selama ini Universitas Ibnu Chaldun
telah memberikan kontribusi cukup besar bagi bangsa dan negara dengan
melahirkan pemimpin yang tersebar baik di tingkat daerah maupun tingkat
nasional dengan menghasilkan kebijakan dan regulasi untuk kepentingan dan
kesejahteraan masyarakat Indonesia. Universitas Ibnu Chaldun terdiri dari
berbagai fakultas: Program Sarjana (S1) Program
Studi: (1) Manajemen; (2) Ilmu Hukum; (3) Ilmu Komunikasi; (4)
Administrasi Publik; (5) Agroteknologi; dan (6) Farmasi; (7) Pendidikan Agama
Islam; (8) Komunikasi Penyiaran Islam; (9) Ahwal Syakhsiyah dan; (10)
Perbankan Syariah. Serta 1 Program Magister (S2) dengan Program Studi Hukum.
Perguruan
Tinggi sebagai salah satu institusi pendidikan, menjadi salah satu sarana
pendidikan yang penting dalam proses transfer nilai dan pengetahuan yang
berlangsung antara pendidik yakni dosen dan mahasiswa sebagai peserta didik,
sehingga dari proses tersebut diharapkan akan mampu mencetak pribadi-pribadi
yang unggul serta mampu memberikan kontribusi yang signifikan demi kemajuan
bangsa dan Negara. Menurut Azra Dengan pendidikan yang berkualitas khususnya
bagi bangsa ini, Indonesia akan lebih terjamin dalam proses transisi, dan hanya
dengan pendidikan yang bermutu Indonesia dapat membangun keunggulan kompetitif
dalam persaingan global yang begitu intens.
Manusia
yang berkualitas adalah manusia yang berasal dari dunia pendidikan. Salah satu
wadah proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas adalah melalui
lembaga pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi atau universitas. Perguruan
tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang diserahi tugas dan
tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa dan meghasilkan lulusan
berkualitas baik dalam hard skill maupun soft skill. Hal ini sesuai dengan
amanat undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Mahasiswa pada saat ini merupakan harapan terbesar bagi masyarakat sebagai
penyambung lidah rakyat terutama bagi perubahan di masyarakat (Agent Social
of Change).

Untuk
menggapai Universitas yang unggul, maju dan berwawasan IPTEK dan IMTAQ
dibutuhkan kerjasama yang terstruktur, terintegrasi dan holistik serta
komprehensif antara Yayasan, rektorat dan tenaga kependidikan harus saling bahu
membahu demi terwujudnya akselerasi percepatan kemajuan Universitas Ibnu
Chaldun ini.
a.
Visi:
Terwujudnya
Perguruan Tinggi yang Unggul, Kreatif, Inovatif, Kompetitif Dalam Pengembangan
Pemikiran Ibnu Chaldun, Kokoh IPTEK dan IMTAQ Di Tahun 2045.
b.
Misi:
1.
Menyelenggarakan
pendidikan dan pengajaran yang unggul, berbasis teknologi dalam rangka
menghasilkan SDM yang kompetitif dan berkarakter;
2.
Menyelenggarakan
penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi, berinovasi mendorong kebaharuan
ilmu pengetahuan yang dijiwai pemikiran Ibnu Chaldun;
3.
Menyelenggarakan
pengabdian masyarakat sebagai upaya penerapan dan pengembangan ilmu
pengetahuan;
4.
Menerapkan tata kelola
perguruan tinggi secara profesional, kredibel, transparan dan adil yang efektif
dan efisien;
5.
Menjalin kerjasama dengan
stakeholders yang berkelanjutan
sebagai upaya perwujudan perguruan tinggi unggul.
c.
Tujuan:
1.
Menghasilkan lulusan
unggul, kompetitif dan berkarakter yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan
serta mampu berdaya saing.
2.
Menghasilkan penelitian
inovatif yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi yang
terbarukan dengan dijiwai pemikiran Ibnu Chaldun.
3.
Menghasilkan pengabdian
masyarakat yang dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam
memajukan kesejahteraan umum.
4.
Meningkatkan kualitas
manajemen pendidikan tinggi secara profesional, berkesinambungan untuk mencapai
keunggulan.
5.
Mengembangkan potensi Civitas
akademika agar menjadi unggul, kreatif dan kompetitif terhadap tantangan
masyarakat, bangsa dan negara.
Pada prinsipnya ada dua
faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam mencapai prestasi
belajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah
yang berasal dari dalam diri mahasiswa itu sendiri seperti: motivasi, minat,
bakat, sikap, intelegensi, dan cara belajar. Sedangkan faktor eksternal adalah
faktor-faktor yang barasal dari luar mahasiswa, seperti: keadaan sosial
ekonomi, lingkungan, sarana prasarana, dan dosen.
Universitas Ibnu Chaldun
merupakan salah satu kampus Pendidikan tinggi yang diharapkan menjadi favorit
dan memiliki animo yang cukup tinggi dan cenderung meningkat dari tahun ke
tahun. Universitas ini menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang
memiliki peran sangat besar dan efektif untuk menyiapkan sumber daya yang
bermutu dan berkualitas, menjadi salah satu perguruan tinggi yang menyediakan
wadah kegiatan akademik dan nonakademik yang dapat diikuti oleh mahasiswa.
Kegiatan
belajar mengajar di perguruan tinggi harus mendapatkan dukungan penuh, baik
dari media pembelajaran, infrastruktur, dosen yang profesional, pelayanan
tenaga kependidikan yang baik dan ramah serta kepada mahasiswa itu sendiri
untuk senantiasa menjunjung tinggi nama baik kelembagaan. Oleh karena itu,
selain kewajiban kampus menyediakan fasilitas lengkap bagi mahasiswa, mahasiswa
pun harus dikondisikan secara baik agar pembalajaran dapat berjalan efektif.
Keberhasilan dalam proses pembalajaran dapat diukur pada Indeks Prestasi
Belajar (IPK) mahasiswa itu sendiri.
Dari
identitas tersebut, secara tersirat dapat dijelaskan bahwa mahasiswa mempunyai
tangung jawab secara intelektual, sosial, dan moral kepada masyarakat. Peran
mahasiswa dapat disebut sebagai agent of change, social control
dan, iron stock dalam masyarakat (Yusron Alhaddad: 2016) :
1. Agent
Of Change, yaitu mahasiswa dituntut untuk membuat
perubahan tatkala terdapat sesuatu yang merusak atau menghilangkan kerukunan
serta keguyuban masyarakat, maka kemudian dipandang perlunya menciptakan
perubahan kearah yang lebih baik.
2. Agent
Of Control, yaitu mahasiswa selalu melakukan
pantauan serta tindakan terhadap kebijakan pemerintah guna untuk mengantisipasi
kebijakan yang merugikan rakyat.
3. Agent
Of Sosial, yaitu mahasiswa yang selalu membela dan
membantu masyarakat dalam hal memecahkan masalah, menyampaikan aspirasinya dan
menjaga keguyuban serta menjadi Guardian Of Value (menjaga nilai-nilai
di masyarakat), maka dengan 3 peran itulah mahasiswa patut menjadi Iron Stock
yakni menjadi Pemimpin untuk menggantikan generasi sebelumnya.
Tentunya
bukan perkara mudah bagi sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mampu
bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mana memiliki fasilitas,
sarana dan prasarana serta anggaran yang didukung penuh oleh pemerintah.
Sementara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang relatif memiliki keterbatasan, di
mana biaya pengembangannya hanya bersumber dari pembayaran mahasiswa, sehingga
sudah barang tentu keadaannya sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan
Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Untuk menghadapi berbagai permasalahan tersebut
di atas, Perguruan Tinggi Swasta harus memiliki strategi yang tepat untuk
menghadapinya agar keberadaannya tetap eksis. Strategi tersebut pada dasarnya
dapat memberi arahan kepada organisasi untuk menghadapi tantangan dan ancaman
yang muncul pada saat ini maupun masa yang akan datang dengan mempertimbangkan
kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Upaya mengoptimalkan mutu layanan PTS
sesuai dengan tuntutan internal dan eksternal perlu dilakukan. Pengembangan
organisasi PTS harus mengalami pergeseran pada mutu layanan, dikelola dengan
baik dan transparan, dikembangkan berlandaskan visi dan misi yang jelas, dan
diikuti serta dilaksanakan oleh setiap individu yang terlibat dalam pengelolaan
PTS tersebut.
Langkah-langkah
yang diperlukan untuk mewujudkan Universitas Ibnu Chaldun yang Unggul dan Maju
serta berwawasan IPTEK dan IMTAQ sebagai berikut:
1. Baik
stake holder (pemangku kepentingan dalam hal ini Yayasan), rektorat, dosen,
tenaga kependidikan dan mahasiswa
bersama-sama memiliki rasa Cinta dan bertekad bulat untuk berkomitmen
mewujudkan kemajuan Universitas Ibnu Chaldun.
2. Universitas
Ibnu Chaldun harus lebih MENGGALAKKAN PUBLIKASI ILMIAH, publikasi ilmiah tidak
bisa ditawar-tawar lagi jika ingin menjadi perguruan tinggi yang unggul dan
maju karena publikasi ilmiah sangat signifikan memengaruhi indeks dan
pemeringkatan Universitas bersangkutan, baik dosen dan mahasiswa ditargetkan
membuat publikasi jurnal baik terindeks SINTA, lebih bagus lagi SCOPUS.
3. Setiap
tahun perlu diadakan pemilihan mahasiswa, dosen dan karyawan teladan, dengan
diberikan penghargaan atas dedikasi, pengabdian, kedisiplinan dan kinerjanya
yang baik terhadap Universitas Ibnu Chaldun, misalnya, bagi yang beragama islam
diberikan hadiah berupa umrah ke tanah suci dengan demikian akan lebih memacu
untuk lebih giat dan berprestasi.
4. Pertukaran
mahasiswa dan dosen dengan perguruan tinggi mitra perlu dilakukan, hal ini
dimaksudkan agar mahasiswa dan dosen mendapatkan pencerahan dan suasana baru
dalam proses belajar-mengajar.
5. Perlu
ditingkatkan Kesejahteraan pegawai dan dosen dengan mempertimbangkan likuiditas
keuangan Yayasan Ibnu Chaldun, kesejahteraan pegawai dan dosen yang selama ini
sudah baik perlu dipertahankan bahkan sebaiknya ditingkatkan, dengan memberikan kesejahteraan yang baik
dengan sendirinya pegawai dan dosen akan bekerja lebih rajin, tertib, disiplin
dan bertanggungjawab;
6. Perlu
digalakkan Seminar-Seminar Ilmiah baik nasional maupun internasional, agar
dosen dan mahasiswa dapat berinovasi dan berkreasi menemukan temuan baru dari
penelitiannya tersebut. Kebijakan Rektor Universitas Ibnu Chaldun yang selama
ini sudah baik memberikan penghargaan kepada penulis Jurnal ilmiah perlu
dipertahankan.
7. Perlunya
diselenggarakan Lomba debat dan cerdas cermat baik Internal maupun eksternal,
bagi pemenangnya disediakan hadiah menarik. Lomba cerdas cermat dan debat
tersebut dapat mengundang anak-anak SMA dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat
kampus Universitas Ibnu Chaldun, harapannya dapat menjaring lebih banyak lagi
mahasiswa yang akan mendaftar ke Universitas Ibnu Chaldun.
8. Perlunya
klinik PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) karena tolak ukur Universitas salah
satunya ditentukan keikutsertaan mahasiswa PKM. Dengan ikut PKM apalagi menang
dapat menjadi tolok ukur kalau dosen (sebagai pembimbing) dan mahasiswa
bimbingannya bisa bersaing di level nasional.
Untuk meramaikan suasana akademik dan nonakademik setiap tahun di
Universitas Ibnu Chaldun perlu mengadakan kegiatan Bazar (pasar murah) bagi
mahasiswa dan masyarakat sekitar. Acara tersebut dapat di isi dengan kegiatan
UMKM (Usaha Micro Kecil Menengah) dengan diselingi hiburan musik oleh mahasiswa
sekaligus juga sosialisasi agar Universitas Ibnu Chaldun lebih dikenal
masyarakat luas.
9. Perlu
dikembangkan Pusat Pengkajian Hukum, Ekonomi, Agama, dll di Universitas Ibnu
Chaldun selain memberikan kesempatan kepada dosen untuk mengembangkan
penelitiannya, dengan adanya Lembaga-lembaga pusat pengkajian tersebut reputasi
Universitas Ibnu Chaldun tentu akan lebih dikenal masyarakat luas.
10. Jika
kondisi keuangan memungkinkan, perlunya Universitas Ibnu Chaldun dilengkapi
dengan fasilitas Poliklinik untuk memberikan pertolongan pertama kepada dosen,
pegawai dan mahasiswa yang mengalami gangguan Kesehatan.
11. PKM
(Pengabdian Kepada Masyarakat) harus terus digalakkan sesuai dengan tugas TRI
DHARMA PERGURUAN TINGGI salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.
12. Perlunya
Tim reviewer antar dosen untuk keperluan publikasi ilmiah.
13. Perlunya
Bimbingan Konseling untuk mahasiswa, disediakan dosen yang menjadi konselor
untuk menangani mahasiswa yang bermasalah.
14. Perlunya
menghidupkan kegiatan keagamaan mahasiswa di masjid, dimaksudkan agar masjid
kampus menjadi hidup dan mahasiswa lebih dekat dengan nilai-nilai agama.
1.
Untuk mewujudkan
Universitas Ibnu Chaldun yang unggul berwawasan IPTEK dan IMTAQ segenap
Civitas akademika Universitas Ibnu chaldun tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,
diperlukan kerja team yang terintegrasi dan holistik satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan untuk menuju terwujudnya Universitas Ibnu Chaldun yang maju dan
unggul dalam ridho Allah SWT. Tidak ada yang boleh merasa lebih penting dan
merasa lebih tinggi dari yang lain, sekecil apa pun peran dan tugas yang
diberikan, sama pentingnya, kita harus bekerja keras, cerdas, ikhlas dan
profesional. Selama ini PUBLIKASI ILMIAH di
Universitas Ibnu Chaldun yang belum terindeks SINTA dan Scopus perlu diupayakan,
publikasi ilmiah sangat memengaruhi indeks dan pemeringkatan Universitas, baik
dosen dan mahasiswa ditargetkan membuat publikasi jurnal baik terindeks SINTA,
maupun SCOPUS.
2.
Faktor-Faktor
yang menjadi kendala dan hambatan untuk mewujudkan Universitas Ibnu Chaldun
yang unggul dan berdaya saing tinggi. Masih dijumpai dikalangan
dosen dan karyawan layaknya panggung politik di Senayan adanya kubu-kubuan,
“ada kubu koalisi dan oposisi”. sehingga dapat menghambat kemajuan
Universitas Ibnu Chaldun. Kendala lain untuk mewujudkan Universitas Ibnu
Chaldun yang unggul dan berdaya saing tinggi belum didukung infrastruktur
sarana dan prasarana kampus yang memadai. Hal lain, kesejahteraan karyawan dan
dosen yang selama ini sudah mulai membaik
perlu dipertahankan, jika perlu ditingkatkan sebab kesejahteraan dosen
karyawan yang kurang baik dapat menghambat akselerasi terwujudnya Universitas
Ibnu Chaldun yang unggul dan maju tersebut.
Gambar Lomba Memasak Dalam Rangka HUT Univ. Ibnu Chaldun ke-67
1.
Untuk mewujudkan
Universitas Ibnu Chaldun yang unggul
berwawasan IPTEK dan IMTAQ, segenap
civitas akademika Universitas Ibnu chaldun harus saling bahu membahu bekerja
dengan cerdas, ikhlas dan profesional dalam mewujudkan cita-cita luhur
Universitas Ibnu Chaldun yang unggul dan maju. Untuk menggapai Universitas yang
unggul dan maju berwawasan IPTEK dan IMTAQ, dibutuhkan kerjasama yang baik,
komprehensif, terstruktur, terintegrasi dan holistik antara Yayasan, rektorat
dan tenaga kependidikan harus saling bahu membahu demi terwujudnya akselerasi
percepatan kemajuan Universitas Ibnu Chaldun. Oleh karenanya baik
stake holder (pemangku kepentingan dalam hal ini Yayasan), rektorat, dosen,
tenaga kependidikan dan mahasiswa harus memiliki rasa Cinta dan bertekad bulat
bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan kemajuan Universitas Ibnu Chaldun.
Untuk Menjadi perguruan tinggi yang unggul, Universitas Ibnu Chaldun harus
lebih MENGGALAKKAN PUBLIKASI ILMIAH, publikasi ilmiah tidak bisa ditawar-tawar
lagi jika ingin menjadi perguruan tinggi yang unggul dan maju karena publikasi
ilmiah sangat signifikan memengaruhi indeks dan pemeringkatan Universitas
bersangkutan, baik dosen dan mahasiswa ditargetkan membuat publikasi jurnal
baik terindeks SINTA, maupun SCOPUS. Perlunya klinik PKM (Pekan Kreativitas
Mahasiswa) karena tolak ukur Universitas salah satunya ditentukan keikutsertaan
mahasiswa PKM. Dengan ikut PKM apalagi menang dapat menjadi tolok ukur jika
dosen (sebagai pembimbing) dan mahasiswa bimbingannya bisa bersaing di level
nasional dan internasional. PKM
(Pengabdian Kepada Masyarakat) harus terus digalakkan sesuai dengan TRI DHARMA
PERGURUAN TINGGI salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.
2.
Untuk
mewujudkan Universitas Ibnu Chaldun yang unggul dan berdaya saing tinggi harus
dihilangkan pembentukan perkumpulan yang bersifat eksklusif dikalangan dosen
dan karyawan “tidak ada kubu koalisi dan oposisi” layaknya panggung politik di
Senayan, dengan demikian akan terwujud secepatnya kemajuan Universitas Ibnu
Chaldun. Kalaupun terbentuk “koalisi dan oposisi” haruslah bertujuan sama untuk
memajukan Universitas Ibnu Chaldun. Untuk mewujudkan Universitas Ibnu Chaldun
yang unggul dan berdaya saing tinggi juga harus didukung infrastruktur sarana
dan prasarana kampus yang memadai. Hal lain, faktor kesejahteraan karyawan dan
dosen sangat penting untuk diperhatikan, kesejahteraan dosen dan karyawan yang
sekarang sudah mulai membaik perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan
memperhatikan keuangan Yayasan, insya Allah atas berkat Rahmat dan Ridho Allah
SWT Universitas Ibnu Chaldun akan menjadi maju dan berkembang pesat.
1.
UUD
1945;
2.
UU.
No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3.
UU.
No. 12 Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi;
4.
UU.
No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
5.
Selayang
Pandang Sejarah Singkat Berdirinya Universitas Ibnu Chaldun.