Sabtu, 08 November 2025

Investasi Emas untuk Tabungan Pendidikan Anak: Cara Cerdas Mempersiapkan Masa Depan (Panduan Lengkap 2025)

 

Biaya pendidikan anak dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan data BPS, rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia mencapai 10–15% per tahun. Jika tidak disiapkan sejak dini, orang tua bisa kewalahan menanggung biayanya nanti.

Salah satu cara paling aman dan efektif untuk mempersiapkan dana pendidikan adalah dengan investasi berupa  emas. Mengapa emas? Karena nilainya stabil, mudah dicairkan, dan tahan terhadap inflasi. Artikel ini akan membahas bagaimana menjadikan emas sebagai tabungan pendidikan anak dilengkapi dengan tips, strategi, dan cara memulainya secara aman di era digital yang tidak dapat dihindari seperti ini.

1. Mengapa Memilih Emas untuk Tabungan Pendidikan Anak?

Emas bukan sekadar perhiasan atau simbol kekayaan. Dalam konteks keuangan keluarga, emas adalah instrumen investasi jangka panjang yang sangat cocok untuk perencanaan pendidikan anak.

Berikut alasan utamanya:

1. Nilai Emas Cenderung Naik dari Tahun ke Tahun

Harga emas mengikuti nilai tukar dolar dan inflasi global. Ketika harga barang naik, harga emas biasanya ikut naik, sehingga daya belinya tetap terjaga.

2. Risiko Lebih Rendah Dibanding Saham atau Kripto

Investasi emas relatif stabil dan tidak mudah fluktuatif. Cocok bagi orang tua yang mengutamakan keamanan dan kestabilan nilai dibanding potensi keuntungan besar tapi berisiko tinggi.

 3. Mudah Dicairkan

Jika tiba-tiba membutuhkan dana untuk biaya sekolah, emas dapat dijual kapan pun baik melalui toko emas, Pegadaian, maupun platform digital.

2. Cara Memulai Investasi Emas untuk Pendidikan Anak

Berikut langkah-langkah praktis untuk mulai menabung emas demi masa depan anak:

 Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Kebutuhan Dana

Hitung berapa biaya pendidikan anak di masa depan. Misalnya, jika anak akan masuk kuliah 10 tahun lagi dan biayanya diperkirakan Rp100 juta, maka kamu bisa menargetkan investasi emas senilai tersebut.

 Langkah 2: Pilih Jenis Emas

Ada dua pilihan utama:

  • Emas Fisik (Antam, UBS, dll.)
    Cocok bagi kamu yang ingin memiliki bentuk nyata dan bisa disimpan di brankas.
  • Emas Digital (Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, Pluang, Indogold)
    Lebih praktis, bisa dibeli mulai dari 0,01 gram, dan mudah dipantau lewat aplikasi.

 Langkah 3: Investasi Rutin Tiap Bulan

Kunci sukses investasi emas adalah konsistensi.
Misalnya, setiap bulan membeli emas senilai Rp500 ribu – Rp1 juta. Dalam 5–10 tahun, nilai tabunganmu bisa berkembang pesat.

 Langkah 4: Catat dan Pantau Perkembangan Harga

Gunakan situs resmi seperti:

Dengan memantau harga, kamu bisa tahu kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

3. Tips Aman Berinvestasi Emas untuk Pendidikan Anak

Agar investasi kamu benar-benar bermanfaat dan aman, ikuti beberapa tips berikut:

Gunakan platform resmi yang terdaftar di OJK atau Bappebti.
Hindari membeli emas di media sosial tanpa identitas jelas.
Gunakan rekening atau e-wallet untuk transaksi.
Simpan bukti pembelian dan sertifikat emas dengan baik.
Pertimbangkan asuransi atau penyimpanan aman jika memiliki emas fisik.

4. Strategi Maksimalisasi Hasil Investasi Emas

Agar hasil investasi lebih optimal:

  • Beli saat harga turun (koreksi pasar) dan jual saat harga tinggi.
  • Diversifikasi investasi: sisihkan sebagian dana ke reksa dana atau deposito.
  • Gunakan fitur auto-debit bulanan di aplikasi emas digital agar lebih disiplin.
  • Cek biaya cetak atau penjualan kembali agar tidak kaget dengan potongan biaya.

5. Simulasi Investasi Emas untuk Pendidikan Anak

Misalnya kamu ingin menyiapkan dana Rp100 juta dalam 10 tahun, dengan harga emas rata-rata Rp1 juta per gram:

Tahun

Harga Emas (perkiraan naik 5%/tahun)

Investasi per Bulan

Estimasi Total Emas

1

Rp1.000.000

Rp500.000

0,5 gram

5

Rp1.220.000

Rp500.000

±30 gram

10

Rp1.630.000

Rp500.000

±60 gram (≈Rp97 juta)

Dengan investasi kecil tapi konsisten, kamu bisa mendekati target dana pendidikan anak tanpa harus berutang.

6. Kapan Waktu Terbaik untuk Mulai?

Jawabannya: SEKARANG.
Semakin cepat kamu mulai, semakin ringan beban investasinya.
Jika anak masih usia dini, waktu kamu menabung akan lebih Panjang, artinya dana bisa tumbuh lebih besar dengan risiko lebih rendah.

Kesimpulan

Investasi emas bukan hanya soal keuntungan, tetapi tentang persiapan masa depan anak dengan cara yang aman dan terukur. Dengan disiplin menabung, memilih platform resmi, dan memahami cara kerja emas, kamu bisa memastikan pendidikan anak tetap terjamin meskipun harga-harga terus naik.

Mulailah sekarang, karena masa depan anak adalah investasi terbaik yang bisa kamu lakukan hari ini.

Cara Beli Emas Secara Online Tanpa Takut Tertipu (Panduan Lengkap 2025)

 


Emas sejak dulu dikenal sebagai salah satu instrumen investasi paling aman dan menguntungkan. Namun, di era digital seperti sekarang, cara membeli emas pun ikut berubah  tidak lagi harus ke toko fisik, tetapi bisa dilakukan secara online. Sayangnya, kemudahan ini juga membuka peluang bagi oknum penipu yang memanfaatkan ketidaktahuan dan ketidaktelitian pembeli.

Lalu, bagaimana cara beli emas secara online tanpa takut tertipu? Artikel ini akan membahas langkah-langkah aman, tips memilih platform terpercaya, serta cara memastikan emas yang kamu beli benar-benar asli.

1. Pilih Platform Resmi dan Terdaftar di OJK

Langkah pertama sebelum membeli emas online adalah memastikan platform yang kamu gunakan resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa platform terpercaya di Indonesia antara lain:

  • Pegadaian Digital  Adalah aplikasi resmi dari Pegadaian.
  • Tokopedia Emas adalah bekerja sama dengan Pegadaian.
  • Pluang Adalah aplikasi investasi emas dengan izin Bappebti.
  • Indogold Adalah platform yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun.

 Tips:
Sebelum transaksi, cek legalitasnya di situs resmi OJK (www.ojk.go.id) atau Bappebti (bappebti.go.id).

2. Cek Reputasi Penjual dan Ulasan Pembeli

Sebelum memutuskan membeli, baca ulasan pelanggan dan perhatikan rating penjual.
Jika kamu bertransaksi lewat marketplace atau media sosial, pastikan penjual memiliki:

  • Identitas jelas dan bisa diverifikasi.
  • Bukti transaksi dari pembeli lain.
  • Rekam jejak positif tanpa keluhan penipuan.

 Hindari penjual yang:

  • Menggunakan akun baru.
  • Tidak mau menunjukkan bukti legalitas.
  • Meminta pembayaran di luar platform resmi.

3. Pastikan Ada Bukti Fisik atau Saldo Emas Digital

Ketika kamu membeli emas online, ada dua bentuk kepemilikan:

  1. Emas fisik, emas batangan yang dikirim ke alamat Anda.
  2. Emas digital Adalah saldo emas dalam akun, yang bisa dicetak kapan pun.

Pastikan kamu memiliki bukti kepemilikan resmi, baik berupa sertifikat digital maupun nota pembelian. Jika kamu memilih emas digital, cek apakah platform menyediakan opsi pencetakan emas fisik ke Antam atau UBS.

4. Gunakan Metode Pembayaran Aman

Hindari transfer langsung ke rekening pribadi!
Gunakan metode pembayaran aman seperti:

  • Virtual account atas nama perusahaan.
  • E-wallet resmi (misalnya GoPay, OVO, DANA).
  • Rekening bersama (escrow) jika tersedia.

Langkah ini mencegah penipuan karena uang baru diteruskan ke penjual setelah transaksi diverifikasi.

5. Simpan Bukti Transaksi dan Pantau Harga Emas

Simpan semua dokumen seperti:

  • Bukti transfer
  • Invoice pembelian
  • Sertifikat emas

Selain itu, pantau harga emas harian di situs resmi seperti Antam (www.logammulia.com) atau Pegadaian agar kamu tahu kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

6. Waspadai Tawaran Harga Tidak Masuk Akal

Jika kamu menemukan penawaran emas jauh di bawah harga pasar misalnya harga 1 gram Rp 700 ribu padahal harga Antam Rp sekarang sudah 2.4 juta itu tanda bahaya ada potensi penipuan.

Harga emas dunia dikontrol oleh pasar internasional, jadi tidak mungkin ada selisih harga besar tanpa alasan yang jelas.
Lebih baik beli di harga wajar di tempat resmi daripada tergoda harga murah tapi berakhir rugi.

7. Edukasi Diri Sebelum Investasi

Sebelum mulai berinvestasi emas, luangkan waktu untuk belajar:

  • Cara membaca grafik harga emas.
  • Perbandingan emas Antam vs UBS.
  • Keuntungan dan risiko emas digital.

Semakin kamu paham, semakin kecil kemungkinan kamu tertipu.

Kesimpulan

Membeli emas secara online sangat aman asalkan kamu tahu caranya.
Ingat tiga prinsip utama:

  1. Gunakan platform resmi dan terdaftar OJK/Bappebti.
  2. Periksa reputasi dan ulasan penjual.
  3. Simpan semua bukti transaksi dan pantau harga emas.

Dengan mengikuti panduan di atas, kamu bisa beli emas online tanpa takut tertipu, sekaligus berinvestasi dengan lebih tenang dan aman.

Investasi emas bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal keamanan dan kepercayaan.

Logam Mulia Selain Emas yang Punya Potensi Tinggi di 2025

 


Dalam dunia investasi, banyak orang secara otomatis berpikir ke arah Emas sebagai aset safe-haven. Namun, di tahun 2025, ada beberapa logam mulia selain emas yang memiliki potensi tinggi, bahkan bisa jadi next big thing bagi investor yang ingin diversifikasi. Artikel ini akan membahas beberapa logam mulia tersebut, alasan mengapa mereka menarik, serta apa yang perlu diperhatikan jika tertarik berinvestasi.

Mengapa “selain emas”?

Beberapa alasan mendasar mengapa kita perlu mempertimbangkan logam mulia selain emas:

  • Emas telah banyak diketahui dan dihargai secara luas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, karena telah “diperdagangkan” secara luas, potensi lonjakan mungkin lebih terbatas.
  • Logam-logam lain sering memiliki kombinasi karakteristik safe-haven + permintaan industri (clean energy, elektronik, kendaraan listrik, dsb), yang bisa mendorong pertumbuhan harga lebih signifikan.
  • Beberapa logam menghadapi keterbatasan pasokan (supply constraints) atau permintaan baru (new demand drivers) yang bisa mendorong kenaikan.
  • Diversifikasi: Menaruh sebagian investasi ke logam selain emas bisa mengurangi risiko bahwa “emas saja” akan kehilangan daya tarik.

Menurut sebuah laporan:

“Gold may have dominated headlines … but it is no longer the sole shiny option for investors. … a more subdued shift is underway in silver, platinum, and even palladium.” (Sahm)

Maka, berikut beberapa logam mulia yang paling menarik untuk 2025.

1. Perak (Silver)

Image

Image

Image

Image

Image

Kenapa menarik

  • Perak memiliki dua peran penting: sebagai logam mulia (safe‐haven) dan sebagai logam industri (untuk elektronik, panel surya, kendaraan listrik). (Penny Blueprint)
  • Ada defisit pasokan yang berlangsung beberapa tahun untuk perak, yang bisa menopang harga. (Reuters)
  • Karena harganya lebih rendah dibanding emas, perak bisa menjadi pintu masuk yang “lebih terjangkau” bagi investor kecil.

Tantangan

  • Karena permintaan industri besar, harga perak bisa lebih volatil dibanding emas. (markets.businessinsider.com)
  • Meskipun potensial, pasar perak juga sangat bergantung pada sentimen ekonomi dan permintaan industri — yang bisa turun jika ekonomi melambat.

Outlook 2025

Banyak analis melihat bahwa perak bisa “mengejar” emas dalam beberapa hal, terutama jika permintaan teknologi bersih terus meningkat. (BTCC)

2. Platina (Platinum)

Image

Image

Image

Image

Image

Kenapa menarik

  • Platina mulai “bangkit” kembali karena aplikasinya yang kini semakin penting: dari konverter katalitik kendaraan hingga teknologi hidrogen. (USFunds)
  • Pasokan platina menghadapi hambatan (supply constraints) sehingga potensi kenaikan harga terbuka. (Priority Gold)
  • Karena harga emas sudah tinggi, sebagian pembeli perhiasan di pasar tertentu (misalnya China/India) mungkin beralih ke platina sebagai alternatif premium.

Tantangan

  • Meski memiliki potensi, pasarnya tidak sebesar emas atau perak, berarti likuiditas bisa jadi lebih rendah.
  • Aplikasi industri banyak, tapi juga tergantung pada siklus kendaraan, regulasi emisi, dan adopsi teknologi hidrogen — faktor eksternal yang bisa berubah.

Outlook 2025

Menurut laporan, platina adalah salah satu “breakout star” logam mulia di 2025. (USFunds) Jika Anda percaya pada tema teknologi bersih (clean tech) dan regulasi emisi yang ketat, platina patut dipertimbangkan.

3. Palladium dan Logam‐Kelompok Khusus

Image

Image

Image

Image

Palladium

  • Palladium banyak digunakan dalam katalis kendaraan bensin dan memiliki fungsi kritikal. (Priority Gold)
  • Ketika harga terlalu tinggi, ada potensi koreksi namun bisa jadi momen entry yang menarik jika permintaan tetap kuat.

Logam‐kelompok khusus (contoh: Rhodium, Ruthenium, Iridium)

  • Beberapa logam langka ini memiliki aplikasi khusus di bidang elektronik, katalis, dan teknologi tinggi dan terbatas pasokannya. (mineralprices.com)
  • Karena sangat spesial dan kurang dikenal publik, logam‐ini bisa menjadi “underdog” investasi namun juga membawa risiko tinggi.

4. Strategi & Tips untuk Investor

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda mempertimbangkan investasi ke logam mulia selain emas:

  • Tujuan investasi: Apakah Anda menginginkan lindung nilai terhadap inflasi/ketidakpastian, atau mengejar pertumbuhan dari tema industri teknologi bersih?
  • Alokasi portofolio: Jangan seluruhnya ditempatkan di satu logam saja. Misalnya: emas + perak + platina, atau sebagian kecil ke logam langka.
  • Aksesibilitas & likuiditas: Logam yang sangat langka mungkin sulit dijual dengan mudah atau punya spread jual-beli besar.
  • Penyimpanan dan biaya: Untuk logam fisik, pertimbangkan keamanan, biaya penyimpanan, premi atas harga spot, dan asosiasi lokal.
  • Risiko eksternal: Harga logam ini sangat dipengaruhi oleh faktor global — misalnya kebijakan emisi kendaraan, teknologi energi, kondisi ekonomi global, mata uang US Dollar, suku bunga.
  • Waktu jangka panjang: Walaupun “potensi” tinggi, logam selain emas mungkin perlu waktu untuk merealisasikan kenaikan signifikan. Jangan berharap “cepat kaya” dalam hitungan minggu.
  • Diversifikasi jangan lupa: Logam mulia bagus sebagai bagian portofolio, namun tidak menggantikan investasi dalam bisnis, saham, properti, atau aset produktif lainnya.

5. Ringkasan

  • Perak dan platina adalah dua high-potential picks untuk 2025 selain emas.
  • Palladium dan logam‐kelompok khusus bisa menarik bagi investor yang memahami industri serta mau menerima risiko lebih tinggi.
  • Investasi logam mulia tetap memerlukan pemahaman yang baik, visi jangka panjang, dan strategi yang hati-hati.
  • Tidak ada jaminan bahwa logam mulia selain emas akan selalu naik; kondisi global bisa berubah.

Kesimpulan

Jika Anda mencari alternatif dari emas di tahun 2025, maka logam-logam seperti perak dan platina layak untuk dilirik. Mereka bukan hanya “logam mulia” sebagai penyimpan nilai, tetapi juga memiliki fungsi industri penting yang memberi potensi pertumbuhan tambahan. Namun, seperti semua investasi, risiko tetap ada, dan pengetahuan serta disiplin sangat dibutuhkan.

Jumat, 07 November 2025

Cara Diversifikasi Portofolio dengan Emas dan Saham

 


Pelajari cara diversifikasi portofolio dengan emas dan saham agar risiko investasi berkurang dan potensi keuntungan meningkat. Cocok untuk investor pemula hingga berpengalaman.

1. Mengapa Diversifikasi Portofolio Itu Penting

Dalam dunia investasi, pepatah “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang” sudah sangat dikenal. Prinsip ini disebut diversifikasi portofolio, yaitu strategi menyebar aset ke berbagai instrumen untuk mengurangi risiko jika salah satu investasi mengalami penurunan nilai.

Dengan kata lain, ketika pasar saham sedang turun, logam mulia seperti emas bisa membantu menjaga kestabilan nilai portofolio Anda. Diversifikasi inilah yang membedakan investor bijak dengan spekulan.

2. Emas dan Saham: Kombinasi Sempurna untuk Keseimbangan Investasi

a. Karakteristik Emas

  • Bersifat safe haven (pelindung nilai) ketika pasar bergejolak.
  • Nilainya relatif stabil dan cenderung naik saat inflasi meningkat.
  • Cocok untuk investasi jangka panjang dan konservatif.

b. Karakteristik Saham

  • Memberikan potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang.
  • Lebih fluktuatif dan berisiko dibanding emas.
  • Cocok untuk investor agresif atau yang ingin pertumbuhan modal cepat.

Dengan menggabungkan emas (aset stabil) dan saham (aset tumbuh), Anda bisa memperoleh portofolio yang seimbang antara risiko dan imbal hasil.

3. Cara Efektif Diversifikasi Portofolio dengan Emas dan Saham

Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan:

a. Tentukan Tujuan dan Profil Risiko

Sebelum berinvestasi, tentukan apakah tujuan Anda untuk jangka pendek, menengah, atau panjang.

  • Jika Anda konservatif, alokasikan porsi lebih besar ke emas (misalnya 60% emas, 40% saham).
  • Jika agresif, bisa sebaliknya: 30% emas, 70% saham.

b. Tentukan Porsi Ideal Berdasarkan Kondisi Pasar

Gunakan pendekatan dynamic allocation.

  • Saat ekonomi tidak stabil atau inflasi tinggi → tambahkan porsi emas.
  • Saat pasar saham sedang bullish → tingkatkan porsi saham.

c. Pilih Instrumen yang Tepat

  • Untuk emas: Emas batangan Antam, UBS, reksa dana emas, atau ETF emas digital.
  • Untuk saham: Pilih saham blue-chip (BBCA, TLKM, UNVR) atau reksa dana saham yang dikelola profesional.

d. Investasi Secara Bertahap

Gunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) membeli emas dan saham secara rutin setiap bulan agar terhindar dari fluktuasi harga yang ekstrem.

e. Evaluasi dan Rebalancing Secara Berkala

Setidaknya setiap 6–12 bulan, lakukan rebalancing portofolio agar komposisi tetap sesuai dengan tujuan awal.
Misalnya, jika porsi saham naik terlalu tinggi karena kenaikan harga, jual sebagian dan alihkan ke emas untuk menjaga keseimbangan.

4. Keuntungan Diversifikasi Emas dan Saham

  1. Mengurangi Risiko Total Portofolio
    Jika harga saham turun, nilai emas sering kali naik menjadi penyeimbang alami.
  2. Melindungi dari Inflasi dan Krisis
    Emas berperan sebagai penyimpan nilai ketika inflasi melonjak.
  3. Peluang Keuntungan Lebih Stabil
    Saham memberi pertumbuhan modal, emas menjaga kestabilan aset.
  4. Fleksibel dan Mudah Dikelola
    Keduanya mudah dibeli melalui platform digital tanpa perlu modal besar.

5. Kesalahan Umum Saat Diversifikasi

Beberapa investor pemula sering melakukan kesalahan berikut:

  • Menaruh porsi terlalu besar di satu instrumen.
  • Membeli emas dan saham tanpa strategi waktu.
  • Tidak melakukan evaluasi berkala.
  • Tergoda menjual saat pasar turun (panic selling).

Ingat: diversifikasi bukan berarti membeli banyak aset secara acak, melainkan menempatkan dana secara strategis untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.

6. Simulasi Sederhana Diversifikasi Emas dan Saham

Misalnya Anda memiliki modal Rp10 juta:

  • Rp6 juta di saham (BBCA, TLKM, atau reksa dana saham).
  • Rp4 juta di emas batangan Antam atau digital gold.

Jika pasar saham turun 5% tetapi harga emas naik 3%, total nilai portofolio Anda hanya turun sekitar 1% — jauh lebih aman dibanding investasi tunggal di saham.

7. Kesimpulan

Diversifikasi portofolio dengan emas dan saham adalah strategi cerdas untuk membangun kekayaan secara stabil dan berkelanjutan. Dengan memahami karakter masing-masing aset, menentukan alokasi ideal, serta melakukan evaluasi rutin, Anda bisa mengurangi risiko, melindungi nilai aset, dan memperbesar peluang profit jangka panjang.

Strategi Investasi Logam Mulia untuk Investor Pemula

 


1. Mengapa Investasi Logam Mulia Semakin Diminati

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi logam mulia terutama emas Batangan semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Nilai emas yang cenderung stabil bahkan meningkat dari tahun ke tahun membuatnya menjadi pilihan aman di tengah fluktuasi ekonomi global.

Bagi investor pemula, logam mulia merupakan instrumen investasi yang mudah dipahami, rendah risiko, dan bisa menjadi lindung nilai (hedging) terhadap inflasi.

2. Apa Itu Logam Mulia dan Jenisnya

Sebelum berinvestasi, penting memahami apa saja jenis logam mulia yang bisa dipilih:

  • Emas: Paling populer dan mudah dijual kembali.
  • Perak: Harga lebih terjangkau, cocok untuk diversifikasi.
  • Platinum dan Palladium: Jarang dipilih, tapi punya potensi jangka panjang di sektor industri.

Namun, untuk pemula, emas batangan dari produsen resmi seperti Antam atau UBS adalah pilihan terbaik karena mudah diperjualbelikan dan memiliki sertifikat resmi.

3. Kelebihan Investasi Logam Mulia

Beberapa keuntungan utama berinvestasi logam mulia adalah:

  • Stabil terhadap inflasi: Harga emas cenderung naik saat nilai mata uang turun.
  • Likuiditas tinggi: Mudah dijual kapan saja.
  • Tidak tergerus waktu: Berbeda dengan properti atau kendaraan, emas tidak rusak atau usang.
  • Diversifikasi portofolio: Menyeimbangkan risiko dari investasi saham atau kripto.

4. Langkah-Langkah Memulai Investasi Logam Mulia

Berikut strategi yang bisa diterapkan investor pemula:

a. Tentukan Tujuan Investasi

Apakah untuk tabungan jangka panjang, dana darurat, atau persiapan pensiun? Tujuan akan menentukan jenis logam mulia dan jangka waktu penyimpanan.

b. Pilih Platform atau Tempat Pembelian Resmi

Pastikan membeli dari sumber tepercaya seperti:

  • Butik Emas Antam
  • Pegadaian
  • Marketplace resmi (Tokopedia Emas, Pluang, atau Lakuemas)

c. Simpan di Tempat Aman

Gunakan safe deposit box (SDB) di bank atau brankas pribadi di rumah. Pastikan tempat penyimpanan aman dari pencurian atau kerusakan.

d. Beli Secara Bertahap (Dollar-Cost Averaging)

Jangan membeli dalam jumlah besar sekaligus. Beli sedikit demi sedikit secara rutin agar harga rata-rata lebih stabil.

e. Pantau Harga dan Tren Pasar

Gunakan aplikasi atau situs resmi seperti harga-emas.org untuk memantau fluktuasi harga logam mulia.

5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Investor pemula sering kali melakukan kesalahan berikut:

  • Membeli tanpa memahami harga pasar.
  • Menyimpan emas di tempat tidak aman.
  • Tidak memiliki rencana jangka panjang.
  • Mudah panik ketika harga turun sementara.

Ingat, investasi logam mulia bersifat jangka panjang. Kesabaran adalah kunci utama.

6. Tips Maksimalkan Keuntungan dari Investasi Logam Mulia

  • Gabungkan dengan instrumen lain: Misalnya reksa dana emas atau ETF emas.
  • Manfaatkan promo atau cashback dari platform digital terpercaya.
  • Jual di waktu yang tepat: Saat harga emas naik signifikan, biasanya di tengah ketidakstabilan ekonomi global.

7. Kesimpulan

Investasi logam mulia, terutama emas, merupakan strategi aman dan menguntungkan untuk pemula yang ingin membangun kekayaan secara bertahap. Dengan memahami dasar-dasarnya, memilih tempat pembelian yang tepat, serta memiliki strategi jangka panjang, Anda bisa meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.

HUKUM, KETATANEGARAAN DAN KONSTITUSI

IMPLIKASI PERUBAHAN KEDUDUKAN MPR TERHADAP MEKANISME CHECKS AND BALANCES DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

  Abstrak Perubahan struktur ketatanegaraan Indonesia melalui amandemen UUD 1945 telah menggeser kedudukan MPR dari lembaga tertinggi menj...

Pak Jokowi, Kami Dosen Belum Menerima Tunjangan Covid-19