Thursday, December 4, 2025

Logam Mulia vs Properti: Mana yang Lebih Menguntungkan Saat Resesi?

 


Logam Mulia atau Properti silahkan memilih. Di tengah ancaman resesi global, banyak orang mulai mempertimbangkan jenis investasi yang paling aman dan menguntungkan. Dua instrumen yang paling sering dibandingkan adalah logam mulia (emas) dan properti. Keduanya memiliki karakteristik berbeda, tetapi mana yang lebih menguntungkan saat kondisi ekonomi memburuk? Artikel ini akan membahas secara mendalam perbandingan logam mulia vs properti saat resesi, lengkap dengan analisis risiko, keuntungan, dan strategi terbaik.

 

Mengapa Resesi Mempengaruhi Investasi?

Resesi biasanya ditandai dengan:

  • Penurunan daya beli
  • Tingginya pengangguran
  • Turunnya harga aset tertentu
  • Kebijakan moneter yang tidak stabil

Dalam kondisi seperti ini, investor mencari aset aman (safe haven) untuk melindungi kekayaan. Logam mulia dan properti adalah dua instrumen utama yang menjadi pertimbangan.

Keunggulan Logam Mulia Saat Resesi

1. Safe Haven yang Diakui Secara Global

Logam mulia, terutama emas, dikenal sebagai aset yang stabil ketika ekonomi tidak menentu. Nilainya justru sering naik saat resesi terjadi.

2. Likuiditas Tinggi

Emas dapat dijual kapan saja, di seluruh dunia, tanpa proses rumit. Ini sangat penting saat menghadapi kebutuhan finansial mendesak.

3. Tidak Terpengaruh Pasar Real Estate

Saat pasar properti lesu, emas tetap memiliki permintaan tinggi, terutama sebagai lindung nilai inflasi.

4. Modal Awal Rendah

Investor bisa mulai dari nominal kecil, sehingga cocok untuk siapa pun yang ingin berlindung dari ketidakpastian ekonomi.

Kekurangan Emas Saat Resesi

  • Tidak menghasilkan pendapatan pasif
  • Harga bisa bergerak fluktuatif dalam jangka pendek

Keunggulan Properti Saat Resesi

1. Nilai Aset Cenderung Stabil di Lokasi Strategis

Properti di lokasi premium biasanya tidak turun terlalu dalam bahkan saat resesi.

2. Potensi Pendapatan Pasif

Disewakan saat resesi dapat memberikan aliran kas tetap, sebuah keunggulan yang tidak dimiliki logam mulia.

3. Aset Fisik Jangka Panjang

Properti selalu memiliki nilai fundamental karena kebutuhan tempat tinggal dan ruang usaha tetap ada.

4. Harga Beli Lebih Menguntungkan Saat Resesi

Resesi sering membuat harga properti turun, membuka peluang “momen emas” untuk membeli aset jangka panjang.

Kekurangan Properti Saat Resesi

  • Likuiditas rendah
  • Biaya perawatan tetap berjalan
  • Potensi sepi penyewa
  • Modal awal besar

Logam Mulia vs Properti: Mana yang Lebih Menguntungkan Saat Resesi?

Aspek

Logam Mulia

Properti

Kinerja Saat Resesi

Cenderung naik

Bisa turun

Likuiditas

Sangat tinggi

Rendah

Modal Awal

Rendah

Tinggi

Pendapatan Pasif

Tidak ada

Ada (jika disewa)

Risiko

Rendah–sedang

Sedang–tinggi

Kestabilan Nilai

Stabil

Tergantung lokasi & pasar

Kesimpulan Utama

  • Jika fokus Anda adalah keamanan dan likuiditas, logam mulia adalah pilihan terbaik saat resesi.
  • Jika fokus Anda adalah pendapatan pasif jangka panjang, properti bisa tetap menguntungkan pada kondisi tertentu.
  • Untuk melindungi kekayaan, investor global biasanya memilih emas selama resesi, kemudian menambah properti ketika pasar mulai pulih.

Strategi Investasi Menghadapi Resesi

1. Diversifikasi Tetap Kunci Utama

Menggabungkan logam mulia dan properti memberi perlindungan optimal dari risiko fluktuasi pasar.

2. Naikkan Porsi Aset Safe Haven

Saat resesi mulai terasa, menambah porsi emas bisa menjaga stabilitas portofolio.

3. Pertimbangkan Membeli Properti Saat Harga Turun

Resesi juga membuka peluang investasi yang jarang terjadi.

4. Fokus pada Cash Flow

Properti yang bisa disewa tetap memberikan pendapatan selama resesi.

5. Hindari Spekulasi Berlebihan

Baik emas maupun properti harus diambil sebagai keputusan terencana, bukan karena tren semata.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Menguntungkan Saat Resesi?

Jika berbicara keamanan, likuiditas, dan stabilitas nilai, logam mulia adalah pemenangnya saat resesi.
Namun, jika melihat potensi jangka panjang dan pendapatan pasif, properti tetap menjadi instrumen yang tidak kalah menarik, terutama saat harga pasar sedang rendah.

Pilihan terbaik adalah menyesuaikan dengan tujuan, modal, dan profil risiko Anda, serta menyeimbangkan portofolio agar tetap bertahan dalam kondisi ekonomi apa pun.

Rumah atau Emas: Pilihan Terbaik untuk Keluarga Muda

 

Rumah atau emas pilihanmu?. Kalau sudah punya rumah berikutnya saya memilih investasi emas saja. Memilih investasi yang tepat menjadi langkah penting bagi keluarga muda yang ingin menata masa depan finansial. Dua pilihan populer adalah investasi rumah dan menabung emas. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tetapi karakteristik, risiko, dan keuntungan yang berbeda. Artikel ini akan membantu keluarga muda menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan, tujuan, dan kondisi keuangan.

Mengapa Investasi Penting untuk Keluarga Muda

Investasi pada usia muda membantu:

  • Membangun keamanan finansial jangka panjang
  • Menyiapkan dana pendidikan anak
  • Memastikan kebutuhan darurat dapat terpenuhi
  • Meningkatkan kekayaan melalui pertumbuhan aset

Dengan memahami karakteristik rumah dan emas, keluarga muda dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan efektif.

Keunggulan Investasi Rumah

Investasi rumah atau properti memiliki berbagai keunggulan:

  1. Pertumbuhan Nilai Jangka Panjang
    Rumah di lokasi strategis biasanya mengalami kenaikan harga signifikan dari tahun ke tahun.
  2. Pendapatan Pasif dari Sewa
    Rumah atau apartemen dapat disewakan, memberikan penghasilan rutin setiap bulan.
  3. Aset Fisik Nyata
    Memberikan rasa aman karena merupakan aset nyata yang bisa digunakan atau dijual kembali.
  4. Keamanan Keluarga
    Selain investasi, rumah juga berfungsi sebagai tempat tinggal, memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Kekurangan Rumah

  • Modal awal besar
  • Likuiditas rendah, sulit dicairkan cepat
  • Biaya perawatan dan pajak

Keunggulan Menabung Emas

Emas adalah salah satu investasi paling stabil dan mudah diakses. Keunggulannya meliputi:

  1. Likuiditas Tinggi
    Emas mudah dijual kapan saja, baik fisik maupun digital.
  2. Perlindungan dari Inflasi
    Harga emas cenderung stabil atau naik saat inflasi tinggi, menjaga daya beli keluarga.
  3. Modal Awal Rendah
    Bisa dimulai dengan jumlah kecil, memudahkan keluarga muda untuk menabung.
  4. Mudah Disimpan dan Dikelola
    Tidak memerlukan biaya perawatan atau dokumen legal seperti rumah.

Kekurangan Emas

  • Tidak memberikan pendapatan pasif
  • Nilai bisa fluktuatif dalam jangka pendek

Rumah vs Emas: Analisis untuk Keluarga Muda

Aspek

Rumah

Emas

Likuiditas

Rendah

Tinggi

Pertumbuhan Nilai

Tinggi jangka panjang

Stabil, lindung inflasi

Modal Awal

Besar

Rendah

Risiko

Biaya perawatan, lokasi, pasar

Fluktuasi harga jangka pendek

Pendapatan Pasif

Ada (sewa)

Tidak ada

Fungsi Tambahan

Tempat tinggal

Tabungan & aset likuid

Kesimpulan Analisis:

  • Tujuan jangka pendek hingga menengah → Emas untuk fleksibilitas dan likuiditas.
  • Tujuan jangka panjang → Rumah untuk pertumbuhan nilai, pendapatan pasif, dan kebutuhan tempat tinggal keluarga.
  • Strategi optimal: kombinasi emas dan rumah, menyeimbangkan likuiditas, pertumbuhan aset, dan pendapatan pasif.

Tips Memilih Investasi yang Tepat bagi Keluarga Muda

  1. Tentukan Tujuan Finansial
    • Dana darurat dan likuiditas cepat → Emas
    • Pertumbuhan nilai jangka panjang dan tempat tinggal → Rumah
  2. Evaluasi Modal dan Profil Risiko
    Sesuaikan kemampuan finansial dengan investasi yang dipilih.
  3. Pantau Tren Pasar
    • Harga rumah di lokasi strategis
    • Harga emas global dan domestik
  4. Diversifikasi Portofolio
    Menggabungkan rumah dan emas membantu mengurangi risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan.
  5. Gunakan Penyedia Terpercaya
    • Emas: platform digital resmi atau penyedia fisik terpercaya
    • Rumah: agen properti legal dengan track record baik

Kesimpulan

Bagi keluarga muda, memilih antara rumah dan emas harus disesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuangan. Emas unggul dalam likuiditas dan perlindungan nilai, sedangkan rumah unggul dalam pertumbuhan nilai jangka panjang, pendapatan pasif, dan fungsi sebagai tempat tinggal. Strategi paling bijak adalah menggabungkan keduanya, menyesuaikan alokasi berdasarkan tujuan, modal, dan profil risiko keluarga. Dengan perencanaan yang matang, keluarga muda dapat membangun aset yang aman, fleksibel, dan menguntungkan untuk masa depan.

Beli Tanah atau Nabung Emas: Pertimbangkan dengan Matang

 


Sebelum investasi pertimbangkan dengan matang dan saksama. Investasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk membangun kekayaan dan melindungi aset dari inflasi. Dua pilihan populer adalah membeli tanah dan menabung emas. Kedua aset ini memiliki karakteristik, risiko, dan keuntungan yang berbeda. Artikel ini akan membantu Anda mempertimbangkan dengan matang mana yang lebih sesuai untuk tujuan keuangan Anda.

Mengapa Mempertimbangkan Investasi dengan Matang Itu Penting

Memilih jenis investasi tanpa pertimbangan matang bisa berisiko. Dengan analisis yang tepat, Anda bisa:

  • Mengoptimalkan pertumbuhan aset
  • Meminimalkan risiko kerugian
  • Menyesuaikan investasi dengan tujuan finansial

Bagi pemula atau investor berpengalaman, memahami karakteristik masing-masing aset sangat penting sebelum memutuskan membeli tanah atau menabung emas.

Keunggulan Menabung Emas

Emas adalah salah satu investasi paling stabil dan telah digunakan sebagai penyimpan nilai selama ribuan tahun. Keunggulannya meliputi:

  1. Likuiditas Tinggi
    Emas mudah dicairkan kapan saja, baik fisik maupun digital.
  2. Perlindungan dari Inflasi
    Nilai emas cenderung naik saat inflasi tinggi, menjaga daya beli.
  3. Modal Awal Rendah
    Pemula bisa memulai menabung emas dengan jumlah kecil.
  4. Mudah Disimpan dan Dikelola
    Tidak memerlukan biaya perawatan atau dokumen legal seperti tanah.

Kekurangan Emas

  • Tidak memberikan pendapatan pasif
  • Harga bisa fluktuatif dalam jangka pendek

Keunggulan Membeli Tanah

Tanah merupakan aset fisik yang memiliki daya tarik tersendiri. Keunggulannya antara lain:

  1. Pertumbuhan Nilai Jangka Panjang
    Tanah di lokasi strategis biasanya mengalami kenaikan harga signifikan dari tahun ke tahun.
  2. Potensi Pendapatan Pasif
    Tanah dapat disewakan atau dikembangkan untuk usaha, menghasilkan penghasilan tambahan.
  3. Aset Fisik Nyata
    Memberikan rasa aman karena merupakan aset nyata yang bisa digunakan atau dijual kembali.

Kekurangan Tanah

  • Likuiditas rendah, sulit dicairkan cepat
  • Modal awal besar, terutama di lokasi strategis
  • Biaya tambahan seperti pajak, perawatan, dan risiko legalitas

Beli Tanah vs Nabung Emas: Analisis Perbandingan

Aspek

Emas

Tanah

Likuiditas

Tinggi

Rendah

Pertumbuhan Nilai

Stabil, lindung inflasi

Tinggi jangka panjang

Modal Awal

Rendah

Besar

Risiko

Fluktuasi harga jangka pendek

Biaya perawatan, legalitas, lokasi

Pendapatan Pasif

Tidak ada

Ada (sewa/usaha)

Kesimpulan Analisis:

  • Tujuan jangka pendek hingga menengah → Emas karena fleksibilitas dan likuiditas tinggi.
  • Tujuan jangka panjang → Tanah untuk pertumbuhan nilai dan pendapatan pasif.
  • Strategi optimal: kombinasi emas dan tanah, menyeimbangkan likuiditas, pertumbuhan aset, dan pendapatan pasif.

Tips Memilih Investasi yang Tepat

  1. Tentukan Tujuan Investasi
    • Likuiditas cepat dan dana darurat → Emas
    • Pertumbuhan nilai jangka panjang → Tanah
  2. Evaluasi Modal dan Profil Risiko
    Pastikan modal awal sesuai kemampuan dan risiko investasi seimbang dengan tujuan.
  3. Pantau Tren Pasar
    • Harga emas global dan domestik
    • Kenaikan harga tanah di lokasi strategis
  4. Diversifikasi Portofolio
    Menggabungkan emas dan tanah bisa mengurangi risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan.
  5. Gunakan Platform dan Penyedia Terpercaya
    • Emas: penyedia resmi atau platform digital terpercaya
    • Tanah: agen properti legal dengan lokasi strategis

Kesimpulan

Beli tanah atau nabung emas harus dipertimbangkan dengan matang. Emas unggul dalam likuiditas, perlindungan nilai, dan modal awal rendah, sedangkan tanah unggul dalam pertumbuhan nilai jangka panjang dan potensi pendapatan pasif. Strategi paling bijak adalah menggabungkan keduanya, menyesuaikan alokasi sesuai tujuan, modal, dan profil risiko. Dengan perencanaan yang tepat, investasi emas dan tanah dapat memberikan keamanan finansial sekaligus keuntungan optimal.

Emas vs Properti: Mana yang Naik Harganya Lebih Pasti?

 


Susah diprediksi mana yang harganya cepat naik emas atau properti. Memilih investasi yang tepat menjadi salah satu kunci untuk membangun kekayaan. Dua pilihan investasi yang populer adalah emas dan properti. Banyak orang bertanya-tanya: mana yang harganya lebih pasti naik? Artikel ini akan membahas secara mendalam karakteristik masing-masing aset, keuntungan, risiko, dan strategi untuk memaksimalkan pertumbuhan nilai.

Mengapa Memilih Investasi dengan Pertumbuhan Nilai Pasti Penting

Investasi dengan pertumbuhan nilai yang stabil membantu:

  • Melindungi aset dari inflasi
  • Menjamin keuntungan jangka panjang
  • Membantu mencapai tujuan keuangan seperti dana pensiun, pendidikan, atau rumah idaman

Dengan mengetahui perbedaan antara emas dan properti, Anda bisa menentukan strategi investasi yang tepat sesuai profil risiko dan jangka waktu.

Keunggulan Investasi Emas

Emas adalah logam mulia yang telah digunakan sebagai penyimpan nilai sejak ribuan tahun. Keunggulannya antara lain:

  1. Likuiditas Tinggi
    Emas mudah dijual kapan saja, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
  2. Perlindungan dari Inflasi
    Harga emas cenderung stabil atau meningkat saat inflasi tinggi, menjaga daya beli.
  3. Modal Awal Rendah
    Bisa dimulai dengan jumlah kecil, sehingga cocok untuk pemula.
  4. Mudah Disimpan dan Dikelola
    Tidak memerlukan biaya perawatan atau dokumen legal seperti properti.

Kekurangan Emas

  • Tidak memberikan pendapatan pasif
  • Nilai bisa fluktuatif dalam jangka pendek

Keunggulan Investasi Properti

Properti, seperti rumah atau apartemen, memiliki keunggulan tersendiri:

  1. Pertumbuhan Nilai Jangka Panjang
    Properti di lokasi strategis biasanya mengalami kenaikan harga signifikan dari tahun ke tahun.
  2. Pendapatan Pasif dari Sewa
    Rumah atau apartemen dapat disewakan, memberikan penghasilan rutin setiap bulan.
  3. Aset Fisik Nyata
    Memberikan rasa aman karena merupakan aset nyata yang bisa digunakan atau dijual kembali.

Kekurangan Properti

  • Modal awal besar
  • Likuiditas rendah, sulit dicairkan cepat
  • Biaya perawatan, pajak, dan risiko lokasi

Emas vs Properti: Analisis Kenaikan Harga

Aspek

Emas

Properti

Likuiditas

Tinggi

Rendah

Pertumbuhan Nilai

Stabil, lindung inflasi

Tinggi jangka panjang

Pendapatan Pasif

Tidak ada

Ada (sewa)

Risiko

Fluktuasi harga jangka pendek

Biaya perawatan, lokasi, pasar

Modal Awal

Rendah

Besar

Kesimpulan Analisis:

  • Jangka pendek hingga menengah → Emas karena stabil dan mudah dicairkan.
  • Jangka panjang → Properti karena pertumbuhan nilainya cenderung lebih tinggi dan ada pendapatan pasif dari sewa.
  • Strategi optimal: kombinasi emas dan properti, menyeimbangkan likuiditas, pertumbuhan nilai, dan pendapatan pasif.

Strategi Memaksimalkan Pertumbuhan Nilai

  1. Tentukan Tujuan Investasi
    • Likuiditas cepat → Emas
    • Pertumbuhan jangka panjang → Properti
  2. Pantau Tren Pasar
    • Harga emas global dan domestik
    • Kenaikan harga properti di lokasi strategis
  3. Diversifikasi Portofolio
    Gabungkan emas dan properti untuk mengurangi risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan.
  4. Pilih Properti dengan Legalitas dan Lokasi Strategis
    Lokasi menentukan pertumbuhan nilai, pastikan dokumen lengkap untuk menghindari risiko.
  5. Gunakan Platform dan Penyedia Terpercaya
    • Emas: penyedia resmi dan platform digital terpercaya
    • Properti: agen terpercaya dengan track record baik

Kesimpulan

Baik emas maupun properti memiliki keunggulan dalam pertumbuhan nilai, tetapi karakternya berbeda:

  • Emas: stabil, likuid, cocok untuk jangka pendek hingga menengah, dan melindungi dari inflasi.
  • Properti: pertumbuhan nilai tinggi jangka panjang, pendapatan pasif dari sewa, namun likuiditas rendah.

Strategi paling efektif adalah menggabungkan keduanya, menyesuaikan alokasi berdasarkan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko. Dengan perencanaan yang tepat, kombinasi emas dan properti bisa memberikan keuntungan maksimal dan keamanan finansial jangka panjang.

Tanah atau Emas: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Dana Darurat?

 


Ayo bergegas jangan ditunda-tunda untuk investasi, investasi apa pun. Menyiapkan dana darurat adalah langkah penting dalam perencanaan keuangan. Namun, banyak orang bingung apakah dana darurat sebaiknya ditempatkan pada tanah atau emas. Kedua jenis aset ini populer sebagai investasi, tetapi memiliki karakteristik berbeda dalam hal likuiditas, pertumbuhan nilai, dan risiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap mana yang lebih menguntungkan untuk dana darurat Anda.

Mengapa Dana Darurat Harus Disiapkan dengan Bijak

Dana darurat adalah dana yang tersedia untuk kebutuhan mendesak, seperti:

  • Biaya kesehatan
  • Kehilangan pekerjaan
  • Perbaikan rumah atau kendaraan

Karena sifatnya darurat, aset yang dipilih harus:

  • Likuid → mudah dicairkan kapan saja
  • Nilai stabil → tidak mudah tergerus inflasi
  • Risiko rendah → aman dari fluktuasi besar

Keunggulan Menabung Emas untuk Dana Darurat

Emas adalah aset yang sudah dikenal luas sebagai penyimpan nilai. Keunggulannya untuk dana darurat antara lain:

  1. Likuiditas Tinggi
    Emas mudah dijual kapan saja, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
  2. Perlindungan Nilai dari Inflasi
    Harga emas cenderung stabil atau meningkat saat inflasi tinggi, menjaga daya beli.
  3. Modal Awal Rendah
    Bisa dimulai dengan jumlah kecil, memudahkan pemula untuk menabung.
  4. Mudah Disimpan dan Dikelola
    Tidak memerlukan biaya perawatan rumit atau dokumen legal seperti tanah.

Kekurangan Emas

  • Tidak memberikan pendapatan pasif
  • Fluktuasi harga jangka pendek bisa memengaruhi nilai jual

Keunggulan Menabung Tanah untuk Dana Darurat

Tanah memiliki daya tarik sebagai investasi jangka panjang. Keunggulannya meliputi:

  1. Pertumbuhan Nilai Jangka Panjang
    Tanah di lokasi strategis biasanya mengalami kenaikan harga signifikan dari tahun ke tahun.
  2. Aset Fisik Nyata
    Memberikan rasa aman karena merupakan aset nyata yang bisa digunakan atau dijual kembali.
  3. Potensi Pendapatan Tambahan
    Tanah dapat disewakan atau dikembangkan, memberikan penghasilan tambahan.

Kekurangan Tanah

  • Likuiditas rendah, sulit dicairkan cepat
  • Modal awal besar, terutama di lokasi strategis
  • Biaya tambahan seperti pajak, perawatan, dan risiko legalitas

Tanah vs Emas: Analisis untuk Dana Darurat

Aspek

Tanah

Emas

Likuiditas

Rendah

Tinggi

Pertumbuhan Nilai

Tinggi jangka panjang

Stabil, lindung inflasi

Modal Awal

Besar

Rendah

Risiko Fluktuasi

Rendah jangka panjang, risiko lokasi

Fluktuasi harga jangka pendek

Pendapatan Pasif

Ada (sewa/usaha)

Tidak ada

Kesimpulan Analisis:

  • Dana darurat membutuhkan likuiditas tinggi → Emas menjadi pilihan yang lebih tepat.
  • Tanah lebih cocok untuk investasi jangka panjang atau tujuan finansial lain yang tidak membutuhkan pencairan cepat.
  • Strategi optimal: simpan dana darurat dalam emas atau aset likuid lain, sementara tanah dialokasikan untuk pertumbuhan aset jangka panjang.

Tips Menabung Dana Darurat yang Efektif

  1. Tentukan Jumlah Ideal Dana Darurat
    Umumnya 3–6 bulan pengeluaran rutin.
  2. Pilih Aset Likuid dan Aman
    Emas, rekening tabungan, atau deposito adalah pilihan terbaik.
  3. Pantau Harga Emas Secara Berkala
    Mengetahui tren harga membantu menentukan waktu jual yang optimal.
  4. Diversifikasi Dana Darurat
    Tidak semua dana darurat harus dalam satu bentuk aset. Kombinasi emas dan tabungan bank bisa lebih aman.
  5. Jangan Gunakan Tanah untuk Dana Darurat
    Karena sulit dicairkan, tanah sebaiknya dialokasikan untuk investasi jangka panjang.

Kesimpulan

Untuk dana darurat, emas lebih menguntungkan dibandingkan tanah. Likuiditas tinggi, modal awal rendah, dan perlindungan nilai terhadap inflasi menjadikannya pilihan terbaik bagi kebutuhan mendesak. Tanah tetap menjadi investasi menarik untuk pertumbuhan nilai jangka panjang, tetapi tidak cocok untuk dana yang harus mudah dicairkan. Dengan strategi yang tepat, kombinasi emas dan aset likuid lain bisa memberikan keamanan finansial sekaligus fleksibilitas.

HUKUM, KETATANEGARAAN DAN KONSTITUSI

METHODS OF INHERITANCE DISTRIBUTION AND THE LEGAL STANDING OF HEIRS UNDER THE CIVIL CODE

  By: WARSITO, S.H., M.Kn. Official Document Formulator for the DPD RI (Regional Representative Council of the Republic of Indonesia) ...

Pak Jokowi, Kami Dosen Belum Menerima Tunjangan Covid-19